Detail Cantuman Kembali

XML

perbandingan kelayakan usaha pukat cincin siang dan pukat cincin malam di TPI Kranji, lamongan jawa timur


Penelitian yang dilakukan di TPI Kranji ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha perikanan kapal pukat cincin. Penelitian dilakukan dengan jumlah responden 14 pemilik kapal, terdiri atas 7 pemilik kapal pukat cincin siang, 7 pemilik kapal pukat cincin malam. Responden diwawancarai menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal pukat cincin siang dan malam di TPI Kranji panjang total kapal 14,50 m - 17,5 m, lebar maksimum kapal 3,30 m - 4,25 m dan tinggi geladak kapal 1,2 m - 1,8 m, tonase sebesar 11 - 25 GT. Kontruksi alat tangkap yaitu (1) Bagian jaring, (2)Tali temali (3) Pelampung (4) Pemberat; dan (5) Cincin. Cara pengoperasian kapal pukat cincin siang yaitu mengejar gerombolan ikan dan kapal pukat cincin malam mengumpulkan ikan dengan alat bantu lampu. Rata-rata biaya total per tahun yang dikeluarkan nelayan pukat cincin siang sebesar Rp. 1.333.186.960,-, dan rata-rata biaya total per tahun yang dikeluarkan nelayan pukat cincin malam sebesar Rp.1.698.856.712,-. Rata-rata keuntungan bersih yang diterima pemilik kapal pukat cincin siang sebesar Rp. 476.225.055,- dan pukat cincin malam Rp. 698.717.665,-. Nilai Revenue-Cost Ratio yang didapatkan pada kapal pukat cincin siang dan malam lebih dari satu yaitu 1,35 dan 1,41. Rentabilitas kapal pukat cincin siang dan malam 36% dan 41%, BEP (kg) kapal pukat cincin siang dan malam 8.916 kg dan 16.113 kg, BEP (rupiah) kapal pukat cincin siang dan malam Rp. 215.680.952,-dan Rp. 241.109.524,-. Operasi penangkapan pukat cincin di wilayah Kranji secara umum layak untuk dijalankan. Kapal pukat cincin malam mempunyai keuntungan bersih yang lebih tinggi daripada pukat cincin siang.
625.18.14 Moc p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
x, 52 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...